Kamis, 12 Februari 2015

Serabi Notosuman Wisata Kuliner Terfavorit Di Solo


Saat berwisata ke Solo tak lengkap rasanya jika tak mencoba makanan khas Solo yang terkenal, salah satunya mencicipi kelezatan Serabi Notosuman yang legit dan nikmat.

Dinamakan Serabi Notosuman karena para penjual serabi khas Solo ini menjajakan dagangannya di daerah Notosuman Kota Solo.

Di kawasan Notosuman Anda bisa menemukan para penjual Serabi yang konon masih merupakan satu keturunan yang sama yakni Keturunan Hoo Gek Hok yang sudah berjualan Serabi sejak tahun 1923 silam. 

Salah satu Serabi Notosuman yang paling terkenal adalah kedai serabi Ny. Handayani yang buka mulai  dari jam 05.00 hingga pukul 19.00 WIB.

Meski bernama Serabi, namun Serabi khas Solo ini memiliki ciri khas sendiri, kue tradisonal ini hampir serupa dengan kue Pancake, Kue Serabi diolah dari tepung beras, santan, gula, garam, serta daun pandan dan vanilli.

Tekstur Serabi sangat kenyal dan terasa lembut saat di gigit, rasanya sangat legit dan nikmat,  jajanan khas Solo ini sangat cocok di santap selagi hangat terlebih saat cuaca dingin atau di musim penghujan.

Cara pembuatan Serabi ini dilakukan dengan cara yang masih tradisional, adonan serabi dimasukkan ke dalam cetakan Serabi yang terbuat dari Tanah liat lalu ditutup dengan penutup yang juga terbuat dari tanah liat agar  Kue Serabi bisa mekar dan matang dengan sempurna, kue ini di panggang diatas bara api dengan waktu sekitar 2 menit. Proses pembuatan serabi langsung disaksikan oleh para pembeli.

Di kawasan Notosuman Solo, Kue serabi yang ditawarkan ada dua varian yakni serabi coklat dan Serabi polos tanpa topping. Serabi coklat dibanderol seharga Rp 2.500, sedangkan Serabi polos dengan aroma Pandan di banderol Rp 3.000.

Serabi Notosuman tidak menggunakan bahan pengawet sama sekali, jajanan khas Solo ini hanya bisa bertahan selama 24 jam saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar